Oleh : Agung Setia Bakti
Sumber : Suara Merdeka

Bogor, CyberNews. Orang yang melakukan aborsi diyakini akan mengalami resiko kesehatan dan gangguan psikologis.

Pada saat melakukan dan setelah melakukan aborsi seorang perempuan bisa mengalami kematian mendadak karena pendarahan hebat, pembiusan gagal, kematian lambat akibat infeksi, rahim sobek, kerusakan leher rahim, kanker payudara, kanker indung telur, kanker leher rahim, kanker hati, kelainan plasenta, kemadulan, infeksi ronga panggul dan infeksi lapisan rahim.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Dr Boyke Dian Nugraha, Ginelog dan Konsultan Seks dalam sebuah acara seminar yang digelar Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB Bogor.

Mayoritas perempuan pelaku aborsi, terang Boyke, secara psikologis akan menderita. “Penelitian menunjukkan mereka kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obatan terlarang (41%) dan tidak bisa menikmati hubungan seksual,” tandas Ayah dari dua anak itu.

Sementara itu, pembicara lainnya Ridha Salamah, Sekretaris Jenderal Muslimah Peduli Umat menguraikan legalisasi aborsi merupakan agenda global untuk menghancurkan keluarga Indonesia khususnya keluarga muslim.

“Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang diprograndakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir,” kata Rida, sebagaimana dilansir Prohumas IPB..

Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan, pelepasan tanggungjawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Lebih jauh dia mengatakan, aborsi dilarang dalam Islam .

Untuk mencegah semua itu, Ibu yang sedang mengandung ini mengemukakakan solusi berupa perbaikan paradigma sehat, regulasi sistem sesuai aturan Allah dan masyarakat berfungsi sebagai control sosial yang terpercaya dalam memperbaiki kebobrokan sistem masyarakat yang ada.

Sedangkan Ina Yuniati, Subdit Kebidanan dan Perawatan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI mengakui bahwa upaya legalisasi aborsi merupakan agenda global dan sedang diratafikasi oleh berbagai negara di dunia.

“Sayangnya, meski negara kita masih meninjau kemungkinan apakah mau melakukan ratifikasi itu atau tidak, ternyata secara diam-diam banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang di danai yayasan dari negara asing melaksanakan agenda ratifikasi itu di masyarakat bawah,” keluh Ina.

Sedihnya lagi, kata dia pelakunya terdapat pegawai Depkes yang merangkap jabatan di LSM tersebut. “Mereka membawa-bawa nama Depkes dalam programnya sehingga seolah-olah telah dilegalkan pemerintah,” imbuhnya.

Oleh : MH.Habib Shaleh
Sumber : Suara Merdeka

Bogor, CyberNews. Wakil Rektor I IPB Prof Dr Ir Ahmad Chozin yakin Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional.

”Dengan berbagai potensi dan keunggulan yang ada, saat ini, IPB mempersiapkan diri untuk mendapat pengakuan dunia sebagai perguruan tinggi World Class University (WCU) sesuai visi dan misinya,” papar Ahmad Chozin.

Hal ini diungkapkan Ahmad Chozin dalam acara Dialog Nasional Peduli Pendidikan bertema ”Maju Kampusku Maju Negeriku Towards World Class University” yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (UKM BKIM) IPB.

Praktisi Pendidikan dan dosen Universitas Gajah Mada, Dwi Condro Triono, M.S menambahkan tidak hanya hanya IPB, bahkan banyak perguruan tinggi di Indonesia mampu bertaraf internasional apabila ada political will dari pemerintah mengenai dana pendidikan.

Dwi Condro menggambarkan Malaysia mengalokasikan anggaran dana pendidikan sebanyak 25 % dari total Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). ”Jumlah ini tidak berubah dari tahun ke tahun. Walhasil, kualitas pendidikan di sana meningkat pesat jauh di atas Indonesia. Bahkan yang dulunya mereka belajar ke Indonesia, kini banyak orang Indonesia belajar ke sana,” ujar Condro.

Kesejahteraan doktor dan profesor di Malaysia mendapat perhatian lebih dari pemerintah, sehingga doktor dan profesor selalu stand by dan fokus dalam membimbing mahasiswa. Gaji doktor Malaysia sekitar Rp 25 juta per bulan dan Professor Rp 50 juta per bulan. Wajar bila dana penelitian di Malaysia sangat melimpah.

Di Malaysia, kedokteran dan pertanian merupakan bidang favorit yang diminati mahasiswa, berkebalikan dengan di Indonesia yang hanya melihat pertanian dengan sebelah mata. Dwi Condro menyatakan, masalah utama pendidikan tinggi di Indonesia adalah ketidakmampuan anggaran negara. Negara mengalokasikan dana pendidikan 11.8 persen dari total Rp 647,4 trilyun APBN.

Jumlah tersebut masih dibagi-bagi lagi untuk pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Jumlah total APBN Indonesia masih di bawah pendapatan per tahun perusahan swasta, PT Free Port yakni lebih Rp 700 trilyun. “Indonesia sebenarnya sangat kaya sumberdaya alam, namun kenapa APBN lebih kecil dari pendapatan swasta. Ada yang salah dalam pengelolaan sumberdaya alam negeri ini,“ tandas Dwi Condro.

Menurut kandidat Doktor salah satu universitas di Malaysia ini, minimnya alokasi dana pendidikan tinggi dari pemerintah, menuntut perguruan tinggi untuk giat mencari tambahan pemasukan dengan berbagai kegiatan corporate generating income. Akibatnya, iklim dunia pendidikan Indonesia makin kurang kondusif.

“Penelitian mahasiswa terfokus untuk mengejar target cepat lulus agar dapat langsung kerja. Aktivitas dosen pun kurang fokus terhadap pengajaran, perkuliahan dan membimbing mahasiswanya. Dosen kadang juga terjebak untuk mengejar target gelar doktor dan profesor demi kenaikan pangkat,” urainya lugas.

Selain faktor utama dana, kualitas pendidikan juga ditentukan oleh faktor sistem kurikulum pendidikan nasional

Posted 02/29/2008 8:50 am

You are very open. You communicate well, and you connect with other people easily.You are a naturally creative person. Ideas just flow from your mind.A true chameleon, you are many things at different points in your life. You are very adaptable.You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thingYou have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long.

You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start. You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people. You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts. You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

keep spirit, keep struggle,

May you enjoy with your lovely self

Shout for liberation!!!

Allahu Akbar…

(thanks friend… As long as weve friendship, each day is never a waste)

 Bogor, 1 Maret 2008

 

Teruntuk       : Mamah dan Papah tercinta
Dari                 : Ananda yang mencintai Kalian

            

            Assalamu’alaikum wr wb…

Mamah dan Papah… Ananda, seorang putri yang kalian besarkan dengan penuh kasih dan sayang, kini telah tumbuh menjadi seorang yang lebih dewasa dalam berfikir. Kalian yang telah memberikan kesempatan dan kekuatan kepada Ananda untuk memahami makna Cinta sebenarnya. Karena kecintaan kalian, Ananda diberikan kesempatan untuk mencari makna Cinta sejati karenaNya…

Karena juang kalian yang ikhlasi karenaNya, Ananda tumbuh menjadi seorang gadis yang kaya akan berjuta impian… pun karena prinsip hidup yang telah kalian tanamkan kepada Ananda lah, saat ini Ananda memiliki tekad dan keyakinan kokoh untuk menggapai seluruh impian Ananda… untuk mewujudkan seluruh impian Kalian kepada Ananda, untuk menggapai seluruh asa yang kita rancang bersama dalam kehidupan…

Mamah dan Papah… Ananda mencintai Kalian karena Allah… Ananda begitu menyayangi kalian… dan Ananda bertekad untuk membawa Kalian ke SyurgaNya… InsyaAllah…

 

Sepenuh Cinta karenaNya
IPB, ’Inspiring Love’ 12.20 WIB

Ananda’CY’

Sudah 63 tahun Indonesia merdeka, namun perekonomian Indonesia masih saja terpuruk. Berbagai program dan kebijakan ekonomi telah dibuat pemerintah, tak juga berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat. Negeri ini seakan terbelit dalam lingkaran setan yang membuatnya senantiasa tak bisa mandiri diatas kaki sendiri.

Lembaga internasional melalui IMF, APEC, Word Bank, LSm internasional, WTO dll dengan cara halus menjegal upaya Indonesia untuk mendiri secara ekonomi. Lembaga-lembaga itu menginspirasi berbagai kebijakan yang menyebabkan Indonesia terjerat dalam krisis ekonomi, social, politik, budaya dll secara berkepanjangan. Sisi lain, ekonomi Indonesia menjadi sangat tergantung pada asing.

Apa sebenarnya yang membuat negeri ini menjadi tak bisa mandiri?


Berdasarkan kajian yang penulis dapatkan dari sebuah seminar nasional dengan tema ”Pendekatan Strategis dan Komprehensif dalam Menuntaskan Krisis Ekonomi Demi Terwujudnya Kemandirian Bangsa”, jawaban atas pertanyaan tersebut diurai oleh para pembicaranya, yakni Hendri Saparini (ECONIT) dan Dwi Condro Triono (Pengamat Ekonomi). Menurut Hendri Saparini, globalisasi telah memainkan peranan penting dalam hal ini. Tiga pilar globalisasi, yakni International Monetary Fund (IMF) bertujuan mengatur stabilitas ekonomi global; World Bank yang semula bernama International Bank for Recontruction and Development (IBRD mengarahkan pembangunan di semua negara dan World Trade Organization (WTO) untuk mengatur kegiatan perdagangan dan industri di berbagai negara.

Tiga institusi yang menjadi pilar globalisasi tersebut dibentuk pada bulan Juli 1944 dalam Konverensi di Bretton Woods. Tujuan awal dari pembentukannya adalah untuk menyediakan pendanaan untuk pembangunan dunia paska Perang Dunia II. Sebenarnya ada banyak institusi global lain sebagai pendukung seperti WHO, ILO, UNDP, UNCTAD, dll. yang sebagian kegiatannya untuk mendukung program-program dari ketiga institusi utama.

Pada awalnya diyakini bahwa diperlukan dukungan internasional untuk mendorong negara miskin dan berkembang untuk melakukan ekspansi kebijakan ekonomi seperti meningkatkan pengeluaran pembangunan, mengurangi pajak, menurunkan suku bunga, dll., dalam pelaksanaan pembangunan. (Keynesian)

Namun, sejak tahun 1980an, pada era Ronald Reagen dan Margaret Thatcher, USA dan United Kingdom mengadopsi ideologi free market. Karena kedua negara adalah pemegang saham utama, maka akhirnya IMF, Bank Dunia dan WTO menjadi institusi yang akan mengembangkan misi ini ke seluruh negara miskin dan berkembang lewat utang dan hibah.

Saat runtuhnya Tembok Berlin, IMF dan Bank Dunia segera mendorong transisi kearah market economy. Dengan utangnya, IMF mengatur kebijakan makroekonomi lewat aturan defisit budget, inflasi, pinjaman, dll. Sedangkan Bank Dunia melakukan intervensi terhadap masalah struktural seperti penggunaan anggaran, aturan tenaga kerja, institusi keuangan, dll. Untuk mendukungnya, dibentuklah WTO yang mengatur hubungan perdagangan internasional. Akhirnya, saat ini IMF hanya akan memberikan pendanaan bila suatu negara bersedia memotong defisit anggaran dengan mengurangi berbagai pengeluaran sosial, meningkatkan pajak, suku bunga, dll. Bank Dunia juga selalu mensyaratkan program liberalisasi dan privatisasi dalam setiap pinjamannya. Bahkan, perkembangan semakin dahsyat karena institusi-institusi global akhirnya juga menjadi kepanjangan tangan kepentingan multinationals.

Keynesian yang menekankan pada peran pemerintah untuk menyelesaikan masalah market failure (kegagalan pasar) dan menciptakan lapangan kerja diganti dengan mantra FREE MARKET. Ide ini dikenal dengan Washington Consensus yakni konsensus antara IMF, Bank Dunia dan US Treasury, tentang kebijakan paling “tepat/benar” yang harus diterapkan oleh negara-negara berkembang.

Berikut konsep dalam Washington Consensus yang ditetapkan pada tahun 1989:

  1. Fiscal Discipline
  2. Reordering Public Expenditure Priorities
  3. Tax reform
  4. Liberalizing Interest Rates
  5. A Competitive Exchange Rate
  6. Trade Liberalization
  7. Liberalization of Inward Foreign Direct Investment
  8. Privatization
  9. Deregulation.
  10. Property Rights

Tiga Pilar Utama Agenda Washington Consensus
a. Disiplin anggaran dan penghapusan subsidi
Sering disebut stabilisasi ekonomi makro)selain untuk mengendalikan stabilitas makro ekonomi, juga menjamin tersedianya dana untuk pembayaran utang kepada kreditor dan lembaga keuangan internasional

b. Liberalisasi (keuangan, industri, perdagangan)

Untuk mendukung sirkulasi dan trasaksi keuangan global, menjamin agar modal dan dividen dapat keluar dari negara berkembang setiap saat, untuk mempermudah integrasi pasar keuangan nasional dalam sistem global. Memudahkan negara maju untuk mengekspor barang-barang produksinya ke negara berkembang, sementara negara maju perlindungan melalui mekanisme kuota, export restraint, subsidi dan hambatan non-tarif.

c. Privatisasi
Agar peranan negara di dalam ekonomi berkurang sampai sekecil mungkin untuk diganti swasta terutama multinasional, termasuk juga privatisasi sektor pelayanan public.

Adakah Kemerdekaan Dalam Implementasinya?

Stabilisasi makroekonomi: Pilihan kebijakan dalam alokasi budget priority atau dalam pengurangan pengeluaran tidak disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Misal: pencabutan subsidi pupuk, BBM, pendidikan, pembiayaan anggaran, dalam menekan inflasi, dll

Privatisasi: Aset dan kekayaan negara yang akan diprivatisasi ditentukan oleh kreditor dan lembaga multilateral. Akhirnya menggeser tujuan utama privatisasi dari peningkatan pelayanan bagi masyarakat menjadi sekedar menghilangkan peran negara dengan peran swasta (swasta asing atau pemerintah asing).

Liberalisasi: Agenda liberalisasi ditentukan oleh lembaga-lembaga asing. Misal: beras, produk pertanian, dll.

Beberapa dampak kebijakan ala Washington Consensus

- Strategi dan tujuan pembangunan ekonomi sangat sempit
Fokus hanya pada peningkatan GDP, bukan pada konsep yang lebih luas dalam peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat, keadilan, dll. Program pengentasan kemiskinan hanya menjadi lip-service.

- Tidak menyelesaikan masalah pengangguran
Sejalan dengan doktrin liberalisasi, konsensus Washington meyakini bahwa wage flexibility yang makin longgar akan menurunkan pengangguran. Rendahnya upah akan menyelesaikan penciptaan lapangan kerja. Namun, di Latin Amerika argumen ini tidak mendasar dan tidak sesuai fakta.

- Peran pemerintah minimal
Misal peran dalam penciptaan lapangan kerja dibatasai hanya sekedar mengupayakan iklim usaha yang kondusif; padahal tanpa peran pemerintah, kegagalan di pasar capital, tenaga kerja dan barang-jasa tidak dapat terselesaikan

- Resep generik
Resep yang diberikan Washington konsensus untuk menciptakan stabilitas makroekonomi selalu dengan menghilangkan hambatan masuknya modal global, menghilangkan intervensi sehingga nilai tukar diserahkan kepada pasar, tingkat suku bunga semaksimal mungkin untuk menarik atau menahan dana-dana asing.

- Menciptakan resiko instabilitas
Semakin terbuka atau terintegrasi sebuah ekonomi dengan ekonomi global akan semakin sulit untuk mengontrol aliran modal sehingga resiko instabilitas akibat shock berbagai faktor eksternal mudah terjadi.

Bagi negara berkembang, liberalisasi pasar modal tidak berhubungan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh saat ini, liberalisasi finansial dan pilihan kebijakan monetaris Indonesia telah menciptakan bubble economy yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat tapi justru membahayakan. Ini terjadi karena telah terjadi dikotomi antara sektor finansial dan riil. Sektor finansial membaik akan tetapi sektor riil stagnan.

- Menciptakan continues cycles of economic crises and accumulation of debt
Penyelesaian krisis ekonomi pada umumnya akan diselesaikan hanya dengan menambah utang. Sehingga bagi kepentingan ekonomi global, krisis ekonomi merupakan peluang untuk memaksa negara yang bersangkutan melakukan liberalisasi ekstrim dan privatisasi tanpa strategi. Dampak selanjutnya dari ketergantungan utang adalah memberi peluang bagi kepentingan global untuk ikut dalam perumusan undang-undang dan kebijakan ekonomi strategis.

Akibat Penerapan Konsep Washington Konsensus Bagi Indonesia

  • Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki distribusi pendapatan paling timpang
  • Memiliki ketergantungan finansial terhadap utang luar negeri paling besar diantara negara-negara Malaysia, Thailand, Korea, Taiwan, China, Philipina, dll. (Untuk 2007; cicilan pokok utang sebesar Rp 54,1 triliun; cicilan bunga Rp 85,1 triliun)
  • Memiliki struktur industri yang dangkal dan sangat rapuh bahkan dibanding negara-negara tetangga yang tidak memiliki sumber daya alam yang besar

Mengapa Dampak Negatif Globalisasi di Indonesia Sangat Besar?

  • Ada kelompok pengusung ekonomi pasar yang selama puluhan tahun dipercaya sebagai pengelola kebijakan ekonomi. Akhirnya pilihan kebijakan mengadopsi konsep Washington Consensus tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional
  • Kelompok ini selama puluhan tahun memilih utang sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan Indonesia. Utang inilah yang akhirnya memberi jalan bagi intervensi kepentingan global.
  • Indonesia tidak memiliki strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi yang jelas. Padahal konsep global tidak memperhatikan masalah distribusi dan fairness (keadilan).


Saatnya melakukan koreksi kebijakan

Tidak ada negara berukuran sedang seperti Indonesia, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan dan kekuatan ekonominya dengan model pembangunan ekonomi ala Washington konsensus/IMF-Bank Dunia. Untuk keluar dari kemelut ekonomi, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia kecuali segera meninggalkan konsep konservatif ala IMF/Bank Dunia dan segera mewujudkan kemandirian ekonomi yang mengedepankan kepentingan rakyat. Melakukan sebuah revolusi pemikiran demi penegakan sebuah sistem yang mampu memberikan keberkahan atas seluruh alam raya (manusia dan kehidupannya)…

Sebuah sistem yang mampu ‘Memanusiakan manusia’!

Karya : Taufiq Ismail

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa tekankan

Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami

Sejak lahir sampai dewasa ini

Jadi sangat terpegantung pada budaya

Meminjam uang ke Mancanegara

Sudah satu keturunan jangka waktunya

Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula

Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni

Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi

Kalian paksa tekankan budaya berhutang ini

Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi

Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia

Kita gadaikan sikap bersahaja kita

Karena malu dianggap bangsa yang miskin tak berharta

Kita pinjam uang mereka, membeli benda mereka

Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita

Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia

Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama

Kepada Amerika, Jepang, australia, dan Eropa

Mereka negara multi-Kolonialis dengan elegansi ekonomi

Dan ramai-ramailah lah mereka pesta kenduri

Sambil kepala kita dimakan begini

Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti

Dalam upacara masuk penjajahan lagi

Penjajahannya banyak gerakannya penuh harmoni

Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama

Menggigit dan mengunya teratur berirama

Sedih, sedih…
Dicengkram kuku negara multi-kolonialis ini

Bagai ikan kekurangan air dan zat asam

Beratus tahun kita mengglepar dan mengglinding

Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang

Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya

Meminjam kepeng ke Mancanegara

Dari membuat peniti dua centi

Sampai membangun kilang gas bumi

Dibenarkan serangkaian peristiwa sofistikasi

Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi

Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri

Gaya hidup imitasi, hedonistis, materialistis

Kalian cetak kami jadi bangsa pengemis

Ketika mengadahkan tangan serasa menjual jiwa

Tertancap dalam, berbekas selepas tiga dasawarsa

Jadilah kami generasi yang kurang rasa percaya

Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami

Kalianlah yang membuat kami begini

Sepatutnya kalian giring kami ke lapangan sepi

Lalu, tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini

Cicin’s note:

Demikianlah, apakah kita sebagai generasi muda tidak terketuk sedikitpun untuk melakukan suatu perubahan? Let’s move to be better… Allahuakbar!!!

Taufiq Ismail 
KUPU-KUPU DI DALAM BUKU
 

Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,
di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,
kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku,
dan aku bertanya
di negeri mana gerangan aku sekarang.
 
Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,
di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku
dan cahaya lampunya terang-benderang,
kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan,
dan aku bertanya
di perpustakaan negeri mana gerangan aku sekarang.
 
Ketika bertandang di sebuah toko,
warna-warni produk yang dipajang terbentang, 
orang-orang memborong itu barang
dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran,
dan aku bertanya 
di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang.
 
Ketika singgah di sebuah rumah,
kulihat ada anak kecil bertanya tentang kupu-kupu pada mamanya,
dan mamanya tak bisa menjawab keingin-tahuan puterinya,
 kemudian katanya,
“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,
yang tahu tentang kupu-kupu”,
dan aku bertanya
di rumah negeri mana gerangan aku sekarang.
 
Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,
di setasiun bis dan ruang tunggu kereta api negeri ini
buku dibaca,  
di perpustakaan perguruan, kota

dan desa
buku dibaca,
di tempat penjualan
buku laris dibeli,
dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu
tidak berselimut debu
karena memang dibaca.

-1996-

 


“Jadi, kalo kita yakin sama sesuatu, kita cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu disini…” Zafran melatakan telunjuk ke depan keningnya.

“Kamu taruh disini… jangan menempel ke kening. Biarkan dia menggantung… mengambang 5 centimeter…  depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bahwa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejar-ngejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”

“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…”

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang kan berbuat banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan sering melihat ke atas, “

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

“Dan hati&pikiran yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa…”

Belum pernah ada bukti-buktinyata dalam angka dan kalkulasi yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah mimpi dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada…

Hanya mimpi dan keyakinan yang mampu membuat manusia berbeda dengan mahluk lainnya… hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia sangat istimewa di mata Sang Pencipta. Dan, yang bisa dilakukan oleh sebuah mahluk yang bernama manusia terhadap mimi-mimpi dan keyakinannya mereka hanya tinggal mempercayainya!

Bangsa yang besar harus punya mimpi…

Mimpi untuk lepas dari ketergantungan, lepas bebas dari penjajahan…

Mimpi untuk mewujudkan tegaknya supremasi hukum yang berdiri atas nilai-nilai dasar yang ‘memanusiakan manusia’!

 

01 – Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam
ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama
TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.

02 – orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat
penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sadar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa
menerima kemulian dari ALLAH juga.

03 – Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH,
maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat
kepada ALLAH.

04 – Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu karena kesalahan yang dilakukanmu, maka marahnya
ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

05 – Jauhkan dirimu dari berhutang, karena sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu
hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

06 – Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai
ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari
sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.

07 – Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang
yang telah rusak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah,
memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang
tidak mahu mengerti.

08 – Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat
berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang
jahat.

09 – Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang
yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10 – Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal
sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11 – Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan,
pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedang kan
menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12 – Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu
kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

13 – Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja karena manisnya barang dan janganlah langsung
memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, karena manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu
belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14 – Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan
para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15 – Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau
tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah
banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mau menambahkannya.

16 – Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura
pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah
engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

17 – Selalulah baik tuturkata dan halus budibahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan
disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18 – Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan
sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19 – Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau
mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu

20 – Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia
saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih
hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya

21 – Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta
kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu
mendatangkan manfaat bagi orang lain

22 – Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah
engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu,
janganlah mensia siakan hartamu

23 – Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada
berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan
menyesal.

24 – Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya
kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah
dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

25 – Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya
untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau
akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta
meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah
engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

Berbicara tentang kematian seakan berbicara tentang sesuatu yang begitu menakutkan. Padahal kematian bukanlah persoalan yang luar biasa. Mengapa? Karena hakikatnya setiap manusia akan mengalaminya. Yang menjadi persoalan sesungguhnya adalah di hari Kiamat nanti amal-amal kita akan disempurnakan balasannya oleh Allah Swt. Hanya ada dua kemungkinan berdasarkan pemeriksaan amal-amal tersebut, orang yang dimasukkan ke dalam Surga, dan ada orang yang dimasukkan ke dalam Neraka. Tidak ada tempat yang ketiga di sana.

Karena itu Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Qs. Ali Imran: 185).

Maka tidak heran banyak di antara kita yang tertipu dengan kehidupan dunia ini sehingga lupa dengan akhiratnya. Dalam hidupnya ia sibuk mencari penghidupan dan kesenangan dunia dengan melupakan bekal akhiratnya. Sehingga ia juga lupa tidak mempersiapkan diri dengan bekal amal-amal kebaikan di dunianya.

Ada sebuah kisah yang masyhur tentang Kaisar Prancis, Napoleon. Alkisah, pada sebuah peperangan pasukan Prancis kalah oleh pasukan Rusia di musim dingin karena kehabisan bekal. Napoleon pun terpisah dari pasukannya dengan tubuh yang lelah, perasaan yang takut dan kedinginan yang menggigil. Dia kemudian lari memasuki sebuah kota kecil lalu dia ketuk pintu sebuah rumah. Terbukalah pintu itu dan muncul seorang laki-laki tua pengrajin bulu. Lalu Napoleon meminta pak tua ini untuk menyembunyikannya. Dia sampaikan bahwa dirinya sedang dikejar-kejar tentara Rusia untuk dibunuh. Kemudian, pak tua ini pun dengan iba hati membawa Napoleon masuk dan menyuruhnya bersembunyi di dalam tumpukan bulu-bulu.

Tidak lama berselang, datanglah tentara Rusia memasuki rumah pak tua. Mereka berkata, “Kami melihat ada orang asing masuk rumah ini. Dimanakah dia?”

Dengan gemetar pak tua menjawab, “Tidak ada orang lain di rumah ini tuan. Sungguh tidak ada. Kalau tuan tidak percaya silakan periksa.” Jelas pak tua berusaha untuk menyembunyikan Napoleon.

Kemudian pasukan ini memeriksa semua tempat yang mencurigakan. Salah seorang pasukan lalu mulai menusuk-nusukkan pedang ke setiap tumpukan bulu-bulu. Termasuk tumpukan tempat Napoleon bersembunyi. Melihat apa yang dilakukan pasukan Rusia, pak tua mulai gemetar, takut Napoleon ketahuan. Namun, mereka tidak menemukan Napoleon. Karena tidak menemukan orang yang dicari, pasukan Rusia pun kemudian keluar.

Setelah pasukan Rusia keluar pak tua kemudian tergopoh-gopoh mendekati tempat persembunyian Napoleon. Dia yakin kalau orang ini sudah mati. Tiba-tiba Napoleon merangkak keluar dari tumpukan bulu-bulu. Lalu pak tua dengan rasa senang bertanya, “Tuan, apa yang tuan rasakan tadi ketika pasukan Rusia menusuk tempat persemubunyian tuan dengan pedangnya. Bukankah salah satu tusukan bisa menamatkan hidup tuan?” Bersamaan dengan selesainya pertanyaan pak Tua, tiba-tiba pengawal Napoleon masuk.

Dengan gagah Napoleon kemudian berdiri sambil berkata, “Kurang ajar orang tua ini, dia tidak tahu siapa aku. Aku Napoleon, kaisar Prancis. Pertanyaan ini sangat lancang. Orang tua seperti ini hanya hukuman mati yang pantas untuknya! Aku sendiri yang akan memimpin eksekusi!” Mungkin Napoleon tersinggung ditanya seperti itu oleh pak tua.

Pak tua kaget setengah mati. Jantungnya seakan berhenti berdenyut. Keningnya mengkerut. Ini orang tidak tahu diri, sudah menolong sekarang malah mau dihukum mati. Pikirnya dalam hati.

Maka diseretlah bapak tua ini ke depan rumahnya lalu disuruh berdiri di depan regu tembak pasukan Prancis. Matanya kemudian ditutup dengan kain hitam. Suasana senyap sunyi.

Mulailah Napoleon menghitung, “Satu…!” Gemetarlah tubuh pak tua. Kakinya melemas seolah ada beban yang begitu maha berat dari atas langit berada di atas kepalanya. Beban yang tubuhnya tak sanggup lagi memikulnya.

Kemudian, “Dua…!” Di balik kain hitamnya pak tua mulai meneteskan air mata. Dia mulai ingat kesalahan-kesalahan masa lalunya. Mulailah terbayang wajah anak dan istrinya yang sangat dia sayangi pernah dia sakiti. Mulailah dia teringat dosa-dosanya; pernah berbuat dzalim, berdusta, dan kesalahan-kesalahan lainnya. Pak tua menyesal. Dia ingin mengulangi kehidupannya dan memperbaiki amal-amalnya. Kepalanya kian menunduk. Hilanglah segala harapan, pupuslah setiap kesempatan. Inilah akhir hidupku, lirihnya dalam hati. Mati di depan regu tembak pasukan Prancis.

Tiba-tiba Napoleon berteriak, “Tiga…!!!” Blup! Gelap!

Tiba-tiba tutup mata pak tua terbuka. Nampak Napoleon berdiri di hadapannya sambil berujar, “Pak Tua, sekarang anda tahu apa yang saya rasakan tadi.”

Kisah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang ketika pada detik-detik menjelang ajal akan keluarlah air matanya, menyesal atas kehidupannya yang tidak baik. Pada saat itu juga ia akan menjadi orang yang insyaf. Namun, detik-detik menjelang ajal tersebut ternyata tidak banyak manfaatnya. Mengapa? Karena tidak ada yang bisa kita ubah sedikitpun dari hidup ketika ajal kita tinggal satu detik. Penyesalan kita, kesedihan kita, harapan kita, tidak akan menjadikan kita kembali hidup untuk memperbaiki diri. saat itu, pintu taubat tertutup. Saat itu juga setiap amal tak lagi ada. Yang ada di hadapan adalah masa penghitungan amal-amal kita. Lalu dari penghitungan amal kita ini nasib kita selanjutnya ditentukan. Apakah kita akan menjadi penghuni Syurga, atau justru sebaliknya, menjadi penghuni Neraka. Dua keadaan ini ditentukan oleh amal-amal kita selama hidup.

Untuk itu, persiapkanlah bekal akhirat sekarang juga. Saat ini juga. Detik ini juga. Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita. Sedang apa kita saat ajal tiba, kita juga tidak tahu. Maha benar firman Allah Swt ketika menyampaikan bahwa, beruntunglah orang-orang yang dimasukkan ke dalam Syurga. Semoga di sisa usia kita ini, kita menjadi orang yang senantiasa beramal sholeh; niatnya ikhlas karena Allah Swt, dan caranya benar sesuai tuntunan Syariat Islam. Amin.

« Previous PageNext Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.